SAMADI : BESOK SAYA KUMPULKAN LAGI SEMUA PANITIA

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Lumajang Newstfi.com - Kasus BPD Desa Jarit ternyata berbuntut panjang, pasalnya pihaknya tidak ingin ada ketidak kompakan antara semua panitia yang ada

sebab penjaringan ini menurutnya sudah melalui manajemen dan admistrasi yang sudah kita laksanakan sesuai mekanisme.

19 samadi lumajang"Saya kumpulkan lagi dan semua harus tanda tangan dalam penetapan tersebut. Saya tidak ingin semua panitia yang ada tidak kompak, dan semua harus kompak," tegasnya.

" Kalau masalah ijazah kan sudah saya jelaskan bahwa Karyo Edi itu sekolah di kebon sari namun ikut di SD Jarit 1 tapi ijazah hilang dan sudah minta keterangan ke hilangkan dari Polsek dan ada keterangan juga dari dinas pendidikan, terkait adanya penyesuaian nama Karjo dan Karyo Edi ini yang perlu kita bahas bersama.kemudian 3 kali menjabat sebagai anggota BPD desa Jarit ini perlu pula saya bahas," tambah Samadi selaku ketua panitia penjaringan.

Pak Pri guru yang ikut dalam penjaringan tersebut pihaknya tidak mau komentar sebab ranahnya adalah panitia maka pihaknya lebih pilih diam saja.

"Ketua panitia itu berani menanggung resiko, sebab kalau itu di legalkan maka kedepannya ketua panitia bisa menjadi dugaan pidana murni. Apalagi saya mendengar bahkan ketua panitia sendiri dengar kalau Karyo edi berturut turut menjabat BPD 3 kali," singkatnya.

Mariyon selaku mantan Kepala Desa 2 periode ketika ditanya kebenaran tentang keberadaan Karyo Edi, saat pihaknya menjelaskan bahwa ketika saya menjabat tahun pertama saat itu sudah ada BPD, saat itu Ketuanya Slamet Fiktor kemudian ada perubahan BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ) akhirnya Fiktor tidak ikut, kemudian terpilih Pak Tolo dan Karyo Edi tetap menjadi anggota saat itu.

Kemudian berselang beberapa bulan Pak Tolo meninggal dunia akhirnya estafet Karyo Edi menggantikan almarhum pak Tolo. Saat itu saya membuat laporan ke Kecamatan," tegas Mariyon.

Karyo Edi ketika dikonfirmasi pihaknya mengatakan gak apa apa meski pihaknya di persoalkan yang penting pihaknya tidak nyalahi aturan ,

"Saya tidak berkeinginan untuk ikut penjaringan namun warga saya menelpon, akhirnya saya datang dan saya bilang yang tua jangan dipilih yang muda muda saja setelah di voting kok malah saya yang masuk,” singkatnya.

Kepala Dusun Hari setelah di konfirmasi masalah penjaringan itu pihaknya mengatakan kok lucu penetapan dari hasil penetapan penjaringan itu oleh panitia kok tidak di tanda tangani mestinya semua harus tanda tangan dan sepakat baru di sampaikan ke Pak Camat untuk pengujian atau pelantikan,” singkatnya. ( Woko)

Search