• Ads2
  • Ads3

Pemerintah Republik Indonesia Perhatikan Inflasi 2018

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pemerintah-Republik-Indonesia-Perhatikan-Inflasi-2018Newstfi.com – Pada tahun 2018 Pemerintah akan berupaya untuk menjaga tingkat inflasi di kisaran 2,5 hingga 4,5 persen, dan mempertahankan daya beli

masyarakat dengan melanjutkan beberapa regulasi strategis, seperti penerapan harga eceran tertinggi (HET) beberapa komoditas penting.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, dalam jumpa persnya di Jakarta, Kamis (4/1) mengataan, “Kita akan tetap mengusahakan untuk mengendalikan inflasi pada tahun-tahun selanjutnya, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak sia-sia,” katanya.

Lukita juga menyampaikan bahwa 2017 secara keseluruhan laju inflasi terkendali dengan tingkat 3,61 persen, atau di bawah target yang ditetapkan Pemerintah RI senilai 4,3 persen.

Ia juga menambahkan bhawa beberapa kebijakan Kementerian Perdagangan sepanjang 2017 yang mampu menahan laju inflasi, adalah penetapan regulasi HET beras, gula pasir, minyak goreng dan daging sapi beku, dan khusus untuk HET beras besarannya ditetapkan sesuai dengan wilayah dan jenisnya.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya inflasi 2017 mengalami kenaikan.

Pada 2016 laju inflasi tercatat senilai 3,02 persen, sementara pada 2015 senilai 3,35 persen, sementara 2017 kelompok bahan makanan mengalami inflasi senilai 1,26 persen dengan andil senilai 0,25 persen.

Inflasi yang lebih tinggi dibandingkan 2015 dan 2016 tersebut disebabkan langkah pemerintah untuk menaikkan tarif listrik pelanggan rumah tangga golongan 900 Volt Ampere (VA), selain kenaikan biaya perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Kenaikan tarif listrik, menurut BPS, memberikan andil sebesar 0,81 persen, dan biaya perpanjangan STNK sebesar 0,24 persen.

Sementara itu, BPS mencatat untuk komoditas ikan segar memberi andil inflasi 0,2 persen, beras 0,16 persen dan telur ayam ras sebesar 0,1 persen.

Enggartiasto mengatakan, meski tingkat inflasi tahunan tersebut mengalami kenaikan, namun masih dalam batasan yang bisa diterima oleh pemerintah, dan terjaganya tingkat inflasi tersebut membuat daya beli masyarakat akan tetap terjaga.

“Maka di 2018 ini, kami akan lebih ketat lagi untuk mengendalikan. Kami tidak akan membiarkan harga naik berlebihan,” jelas Menteri Lukita. (Ch)

Bisnis

Keuangan

  • Sendang Biru
  • Mercy
  • ISTANA RAYA NUSANTARA
  • Sintal
  • Ads
©2018 News TFI. All Rights Reserved.

Search