• Pantai Balekambang
  • Pantai-Dreamland
  • Pantai-Batu-Bengkung
  • Pantai-Tiga-Warna
  • Pantai-Licin
  • Pantai-Watu-Leter
  • Pantai-Kondang-Merak
  • Pantai-Segara
  • Pantai-Gatra
  • Pantai-Atuh-Nusa-Penida

ISTANA RAYA NUSANTARA : "Mengawal Penegakan Supremasi Hukum Dan Membangun Nusantara" ; Libert Ediaman Sidabutar KETUA UMUM ISTANA RAYA NUSANTARA Mengucapkan : DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, 17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2018 ; Letjen TNI Purn Cornel Simbolon, M.Sc., Ketua Pembina ISTANA RAYA NUSANTARA Mengucapkan : DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, 17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2018 ; DEWAN REDAKSI Media Umum Nasional Newstfi.com "Tuntaskan Fakta Indonesia" Mengucapkan : DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, 17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2018 ; Dewan Direksi PT. ANUGERAH HOTDO CIJATA ANLI (AHCA GROUP) Mengucapkan : DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, 17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2018 ; Drs. Syamsudin Sidabutar Direktur Utama PTT Parna Tour and Travels Mengucapkan : DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA, 17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2018 ; SALAM NUSANTARA....

Mantan Kepala Staf TNI AU Penuhi Panggilan KPK Terkait Heli AW 101

User Rating: 2 / 5

Star ActiveStar ActiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

mantan-kepala-staf-tni-au-penuhi-panggilan-kpk-terkait-heli-aw-101Newstfi.com - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa

terkait dugaan korupsi pembelian helikopter Augusta Westland (AW) 101, Rabu (3/1).

Panggilan terhadap Agus diketahui bukan yang pertama. Sebelumnya yang bersangkutan sempat berhalangan hadir pada Senin akhir November 2017, karena alasan sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.

Pertengahan Desember 2017, KPK kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap yang bersangkutan, kendati kuasa hukum Agus, Pahrozi, mengatakan kliennya masih belum berada di Tanah Air, karena masih umrah.

Kasus dugaan korupsi pengadaan Heli AW-101, KPK bekerja sama POM TNI mengungkap kasus tersebut. POM TNI menetapan lima tersangka, yakni Marsma TNI FA, Letkol WW, Pelda S, Kolonel Kal FTS, dan Marsda SB.

Sementara itu, KPK telah menetapkan satu tersangka, yakni pemilik PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh.

Dalam proses lelang proyek tersebut, Irfan diduga mengikutsertakan dua perusahaan miliknya, PT Diratama Jaya Mandiri dan PT Karya Cipta Gemilang. Hal tersebut terjadi pada April 2016 lalu, sebagaimana dilansir dari liputan6..

Sebelum proses lelang, Irfan diduga sudah menandatangani kontrak dengan AW sebagai produsen helikopter dengan nilai kontrak US$ 39,3 juta atau sekitar Rp 514 miliar.
Saat PT Diratama Jaya Mandiri memenangkan proses lelang pada Juli 2016, Irfan menandatangani kontrak dengan TNI AU senilai Rp 738 miliar. (Team)

 

Kriminal

  • e-Pantai-Tegalwan
  • d-Pantai-Segara-Bali
  • a-Pantai-Bias-Tugel
  • ISTANA RAYA NUSANTARA
  • Sendang Biru
  • Cermin diri
  • Gapai Impian
  • Freedom
  • Perjuangan
  • Tanah-Lot
  • Sumber-Maros
  • Pulau-Sempu
  • Pantai-Tegalwan
  • Pantai-Sendigi
  • Pantai-Sipelot
  • Pantai-Mondangan
  • Pantai-Ngliyep

Search